Account payable turnover: Definisi, rumus & cara hitung

Salah satu sumber ekuitas bisnis yaitu hutang. Ketika hutang dikelola dengan baik maka dapat memberikan nilai tambah, namun perlu diketahui pula intensitas pembayarannya. Perhitungan intensitasnya dapat menggunakan rasio account payable turnover yang termasuk likuiditas jangka pendek. 


Account payable (AP) turnover dengan rasio yang tinggi, menandakan bisnis berada dalam situasi yang baik. Hal ini dikarenakan berarti bisnis bisa membayarkan hutangnya kepada kreditor secara cepat. 


Sedangkan ketika rasio perusahaan rendah, maka menandakan bahwa bisnis membayar hutangnya dengan lambat. Akan tetapi rasio AP turnover yang rendah belum tentu buruk bagi bisnis. Pada bagian ini akan dibahas tuntas mengenai pengertian lebih dalam hingga cara perhitungannya.  

Pengertian account payable turnover


Account payable termasuk bagian dari hutang jangka pendek, disebut juga perputaran hutang dagang yang dihitung menggunakan rasio.


Rasio account payable turnover adalah menunjukkan seberapa sering perusahaan dapat membayar hutangnya dalam periode waktu tertentu.


Rasio account payable turnover juga berarti memberikan gambaran kemampuan perusahaan melakukan pelunasan kepada kreditor ataupun supplier.


Rasio ini penting untuk dipahami karena sebagian besar bisnis, tentunya mempunyai hutang yang mana membantu perusahaan untuk melakukan ekspansi ataupun modal tambahan operasional bisnis.


Ketika pembayaran hutang bisa dikelola dengan baik, maka dapat berdampak positif yang memberikan nilai tambah pada bisnis hingga memberikan kelayakan kredit bagi bisnis.

Mengapa account payable turnover ratio penting bagi bisnis?


Pada saat bisnis berjalan, terkadang perusahaan memerlukan dana darurat agar kegiatan operasionalnya tetap berjalan. Pembiayaan ini bisa menggunakan hutang jangka pendek (account payable).


Selanjutnya hutang harus dibayarkan dalam jangka waktu tertentu secara konstan supaya likuiditas perusahaan tetap terjaga. Perhitungan rasio account payable turnover adalah hal yang penting di samping untuk mengetahui intensitas pembayaran dan menjaga likuiditasnya.


Para investor dan kreditor akan melihat bagian neraca akun rasio perputaran utang dagang suatu bisnis. Berdasarkan ini, account payable turnover ratio dapat menjadi indikasi terkait reputasi perusahaan dengan para supplier dan kreditornya. 


Ketika rasio account payable turnover adalah rendah, maka menunjukkan bahwa perusahaan tidak bisa perform dengan baik dalam jangka waktu tertentu sehingga ini dapat menjadi sinyal bagi para pemangku kepentingan.


Rasio perputaran utang dagang tinggi berarti perusahaan mampu membayarkan hutangnya dengan efisien yang mana hutang menjadi tidak menumpuk. Selanjutnya akan dibahas secara lebih spesifik terkait seberapa penting rasio tersebut bagi para pemangku kepentingan (stakeholder).

Hubungan rasio perputaran hutang dagang dengan stakeholder


Bagi para pemangku kepentingan seperti Investor dapat menggunakan perhitungan ini untuk mengetahui ketersediaan kas atau pendapatan perusahaan dalam melaksanakan kewajibannya. Bagi kreditor digunakan untuk mengetahui likuiditas perusahaan, misalnya seberapa cepat perusahaan mampu membayarkan hutangnya untuk memberikan kelayakan kredit.


Sebagai tambahan, rasio account payable turnover adalah dapat membantu kreditor untuk menetapkan perpanjangan kredit. Ketika perusahaan mempunyai rasio pembayaran hutang dagang yang stabil atau secara konsisten baik, maka akan memudahkan dalam melakukan lini kredit bisnis dan meningkatkannya. Selain itu hal ini juga bisa berpengaruh terhadap persyaratan pembiayaan bisnis yang juga berdampak bagi laba perusahaan.


Sedangkan untuk supplier, rasio account payable turnover dapat digunakan sebagai indikator pembayaran hutang. Pada umumnya, pemangku kepentingan cenderung menyukai rasio perputaran hutang yang tinggi. 

Dampak perputaran rasio hutang yang cepat atau lambat bagi bisnis


Ketika rasio account payable turnover tinggi berarti arus kas perusahaan terkelola dengan baik dan kondisi keuangan perusahaan yang stabil. Rasio utang dagang yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan mampu mengelola hutang dan arus kasnya secara efektif. Seperti penjelasan sebelumnya, pelunasan hutang yang terlalu cepat juga belum tentu baik karena berkaitan dengan pertumbuhan perusahaan.  


Rasio AP yang terlalu tinggi dapat memunculkan pertanyaan tentang apakah bisnis dapat mengelola arus kas untuk pertumbuhan bisnisnya secara efektif. Selain itu, pembayaran yang terlalu cepat dapat membuat perusahaan menekan laju investasinya sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan bisnis menjadi lambat.   


Rasio account payable turnover yang rendah, menandakan perusahaan lambat dalam melunasi hutangnya yang dapat disebabkan oleh jangka waktu pemberian kredit yang malahan bisa saja memberikan profit bagi bisnis.


Misalnya perusahaan pandai melakukan negosiasi pembayaran, menyebabkan rentan waktu pembayaran menjadi jarang dan tanpa denda. Oleh sebab itu, tidak selalu menandakan keuangan perusahaan yang buruk ketika rasionya rendah. Akan tetapi bisa juga menjadi tanda bahwa arus kas perusahaan sedang dalam masalah kesulitan keuangan.

Bagaimana cara menghitung account payable turnover?


Perhitungan perputaran piutang dagang bisa dilakukan baik secara tahunan maupun diketahui perhitungannya dalam estimasi hari. Metode mana yang terbaik tentunya perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan pula. 


Akan tetapi seringkali perusahaan melakukan perhitungan secara pertahun untuk dilakukan perbandingan fluktuasinya dari tahun ke tahun. Selanjutnya, rasio perhitungan secara tahunan tersebut dibandingkan dengan industri sejenis sehingga diketahui secara lebih jelas mengenai sejauh apa performa perusahaan Anda.  


Account payable turnover rumus


Perhitungan rasio hutang dagang bisa menggunakan dua cara yaitu perhitungan secara tahunan dan dalam hari. Ketika perusahaan ataupun kreditor ingin mengetahui performa hutang dagang, maka bisa dilakukan perbandingan dari tahun ke tahun. Berikut account payable turnover rumus untuk perhitungan rasio dalam bisnis:


• Perhitungan secara tahunan


Rasio perputarang hutang dagang = Total pembelian / Rata-rata hutang usaha



• Perhitungan dalam hari


Perhitungan rasio perputaran hutang dagang dalam hari = 365 / rasio perputaran hutang (payable turnover ratio)



Perhitungan pembayaran hutang dagang dalam hari yaitu digunakan untuk mengestimasikan rata-rata jumlah hari yang diperlukan perusahaan untuk melakukan pembayaran kepada kreditor. 




Contoh cara menghitung account payable turnover ratio


Pada bagian ini, contoh perhitungan rasio account payable turnover digambarkan dalam dua cara yaitu perhitungan pembayaran secara tahunan dengan nominal yang konstan maupun pembayaran dengan nominal yang sedikit berbeda pada awal dan akhir tahun, serta perhitungan pembayaran dalam hari, antara lain:



1. Pembayaran dengan nominal yang konstan selama setahun: 


Pada 2021, perusahaan ADC melakukan pembelian bahan baku dan persediaan lainnya kepada supplier. Pembelian ini menghabiskan total dana sebesar Rp 650 juta. Pembayaran hutang yang dilakukan sebesar Rp 40 juta dalam satu tahun sehingga perhitungannya:


Rasio perputarang hutang dagang = Total pembelian / Rata-rata hutang usaha

     = Rp 650 juta / Rp 40 juta

     = 16,25 kali


Perhitungan di atas menunjukkan bahwa perusahaan telah membayar sebanyak 16,25 kali selama satu tahun. 




2. Pembayaran dengan nominal yang berbeda selama setahun:


Pada 2021, perusahaan ADC melakukan pembelian bahan baku dan persediaan lainnya kepada supplier. Pembelian ini menghabiskan total dana sebesar Rp 650 juta. Pembayaran hutang pada awal tahun sebesar Rp 35 juta, sedangkan akhir tahun sebesar Rp 50 juta dalam satu tahun sehingga perhitungannya:


Rata-rata hutang dagang dalam satu tahun = (Rp 50 juta + Rp 35 juta) / 2

= Rp 42,5 juta


Rasio perputarang hutang dagang = Total pembelian / Rata-rata hutang usaha

     = Rp 650 juta / Rp 42,5 juta

     = 15,29 kali


Perusahaan ADC melunasi hutangnya dalam periode tersebut sebesar 15,29 kali.




3. Perhitungan pembayaran dalam hari:


Mengacu pada perhitungan di atas, ketika ingin mengetahui pembayaran dalam hari, maka perhitungannya tinggal membagikan 365 hari dengan rasio perputaran hutang (payable turnover ratio):


Perhitungan rasio perputaran hutang dagang dalam hari = 365 / rasio perputaran hutang (payable turnover ratio)

  = 365 / 15,29

  = 23,87 hari


Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa selama periode tahun tersebut, perusahaan memerlukan waktu sekitar 23,87 hari untuk membayar suppliernya. Apabila dibulatkan, maka pembayaran kepada supplier menjadi 24 hari.

Keterbatasan perhitungan rasio perputaran hutang dagang


Account payable turnover ratio menghitung tentang berapa kali perusahaan mampu membayarkan hutangnya dalam suatu periode. Investor dapat menggunakan perhitungan ini untuk mengetahui ketersediaan kas atau pendapatan perusahaan dalam melaksanakan kewajibannya.


Setelah perhitungan dilakukan, maka perusahaan perlu melakukan perbandingan dengan industri sejenis. Jika rasio yang dimiliki perusahaan Anda lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis di industri yang sama. Maka dapat juga berarti bahwa perusahaan tidak melakukan investasi di masa depan atau pengelolaan modalnya kurang tepat. 

 

Pada umumnya perusahaan ingin memperoleh pendapatan yang baik guna melakukan pembayaran hutang dengan cepat, tetapi sebaiknya tidak begitu cepat. Agar perusahaan mampu memanfaatkan berbagai peluang investasi untuk mengembangkan bisnisnya. 


Oleh karena itu, rasio yang rendah atau tinggi tidak bisa dijadikan sebagai nilai yang pasti. Nilai tersebut sebaiknya menjadikan investor atau kreditor untuk terdorong melihat alasan mendalamnya.

Bagaimana Volopay bisa membantu bisnis Anda?


Mengacu pada pembahasan di atas, sebaiknya melakukan penjadwalan pembayaran hutang dagang secara tepat waktu ataupun lebih awal dengan penyesuaian intensitas berdasarkan kebutuhan bisnis. Tingkatkan kinerja pembayaran account payable turnover di bisnis Anda bersama Volopay dan ciptakan hubungan yang semakin positif dengan vendor.


Anda tidak perlu lagi khawatir tentang perihal penjadwalan pembayaran secara manual. Bayar hutang dagang dengan mudah melalui penjadwalan pembayaran menggunakan fitur Bill Pay dari Volopay dan dapatkan berbagai manfaatnya. Atur penjadwalan pembayaran para supplier atau vendor secara otomatis dan dapatkan beragam manfaat utamanya.


Beberapa manfaat utama yang bisa diperoleh seperti notifikasi pembayaran sebelum jatuh tempo, sehingga membuat pembayaran bisa dilakukan secara tepat waktu, dilengkapi dengan metode pembayaran terpercaya menggunakan RTGS dan SKN dan intensitas penjadwalan pembayaran yang bisa diatur sesuai kebutuhan perusahaan. 


Lakukan konsultasi lebih lanjut bersama tim kami, permudah penjadwalan pembayaran dan tingkatkan kredibilitas bisnis Anda!

Tuntaskan berbagai permasalahan utang dagang manual